Resolusi Hanya Sekedar Sebuah Resolusi : Menyedihkan

Resolusi Hanya Sekedar Sebuah Resolusi : Menyedihkan


Kalau kita jujur pada diri sendiri, maka setiapakhir tahun kita pasti melihat kembali ke awal tahun yang kita telah lalui, dan tiap kali membuat sebuah komitment yang baik untuk kita lakukan pada tahun yang baru yang akan segera hadir. Dan sering komitment itu sulit sekali di wujudkan.

 Beberapa tahun terakhir, aku tak lagi membuat sebuah resolusi, karena memang tidak punya arti sama sekali. Tetapi kali ini sebuah ressulusi ini, tersirat begitu kuat hingga aku mencobanya menggoreskannnya disini, kelak berhasil atau tidak, waktulah yang akan berbicara...

Tahun 2018 kini hampir berlalu, banyak hal -hal indah yang tak terlupakan tetapi tidak jarang juga hal-hal yag kurang menyenangkan. Salah satu hal yag kurang positif bagi diriku adalah yang kuserap dari Medsos, saya tak akan sebut namanya.

Pada awalnya beberapa tahun yang lalu aku amat hati-hati untuk bergabung. Tetapi karena hampir semua teman yang ku temui dari dunia maya yang dulu namanya adalah Multiply bergabung disana dengan hati-hati aku mulia bergabung. Waktu telah menempaku sedemikain rupa, hingga pada aku menyukai Medsos tersebut. Banyak hal - hal yang aku pelajari dari sana, dari forum kuliner, sosial, traveling, kultur bahkan politik. Medsos tersebut memberiku kembali gambaran-gambaran indah dari negeriku tercinta Indonesia.

Tetapi semua hal-hal indah tersebut sesungguhnya menyita energi dan waktu melebihi kemampunku. Sekian saat sudah aku habiskan dengan sia-sia hanya dengan membaca karya dan memberi komentar ( tanpa diminta) pada status orang lain. Banyak status positif dan memberi motivasi, dan tidak kurang juga yang benar-benar negatif. Alhasil perasaan dan pikiran tergores,  dan menjadi pesimis. 

Seseorang pernah berkata "jangan biarkan hatimu dan pikiranmu dipengaruhi apalagi dikuasai oleh orang lain, ucapan orang lain terutama yang negatif. Ucapan itu adalah benar tetapi pada kenyataannya aku tetap terpengaruh' sedih dan sakit hati. "Banyak sekali hal-hal" di Medsos, batasi dan kuasai dirimu dan jangan biarkan kau kehilangan intregritas" demikianlah nasihat seseorang. 
Selain rasa sedih dan kesal yang timbul di hati karena ucapan, tindakan seseorang, kini mulai timbul rasa benci dan dendam pada mereka-mereka yang jelas dan pasti sedikit sekali kemungkinannya aku akan bertemu dengan mereka. Jika benci dan dendam akan meraja di hatiku ini berarti aku membunuh karakterku sendiri, dan mungkin membunuh diriku sendiri. Bukanlah benci , dengki dan dendam adalah sebuah penyakit ? 
Salah satu yang membuatku sedih adalah ucapan-ucapn provokator, dan SARA yang mencaci maki "keyakinanku - agamaku". Aku berpikir bahwa sesungguhnya agamaku tidak pantas menerima caci maki. Agamaku adalah untukku dan agamamu adalah urusanmu. Kadang aku tak mengerti dengan orang orang yag mengaku agamanya adalah agama yang benar lalu buktinya mana ? 
 
Nyatanya orang ini hanya memakai baju agama, tetapi sesungguhnya adalah orang-orang yang tak percaya akan agamanya sendiri, kasihan, prihatin. Yang mereka percaya bukanlah Allah Tuhan, tetapi guru-guru agama mereka yang mentalnya amatlah busuk dan memuntahkan, pemilik sperma tak bertuan.  Menakutkan sekali jika aku sempat membeci mereka, kerugiankuku semahal surga. Tuhan Yang Maha Kasih, terimakasih telah melindungi hambaMu yang lemah.

Kerugian lain yang telah amat aku rasakan adalah, aku mulai egois. Aku lebih banyak memberi perhatin kepada Mobiel Telefoon atau Hand Phoneku daripada memperhatikan orang-orang disekitarku. Bukan hanya rumahku yang kurang perhatian, tetapi anak dan suamikupun kini mulai haus dan lapar akan cinta kasihku. Kerugianku seharga rumah tanggaku dan nyawa kehidupan. Terimakasih Tuhan Allah yang maha pengampun.

Hal yag lain yang membuatku sedih adalah, hasratku untuk menulis dan menggoreskan kembali curhat-curhatku nyatanya terbengkalai, berantakan dan hancur seperti kapal kontainer yang pecah di tengah laut.

Akhirnya, walau ini hanya sekedar resolusi, biarlah aku menggoresakannya disini ; sejak awal tahun ini, aku berniat mengurangi kehadiranku di Medsos, dan hanya menyapa orang-orang yang telah dekat denganku. Karena aku lemah maka sebaiknya aku menyaring berita yang tersedia disana. Sebagusnyalah aku tetap fokus pada hal-hal yang memberiku suka cita dan semangat. Hidupku terlalu singkat hanya untuk melihat noda-noda dunia, sementara hidup ini hampir penuh dengan nada-nada ceria dan keindahan yang tiada tara.

Amin...,Amin...Amin